Header Ads Widget

Surah Al-Baqara : 248 : وَقالَ لَهُم نَبِيُّهُم إِنَّ ءايَةَ مُلكِهِ أَن يَأتِيَكُمُ التّابوتُ فيهِ سَكينَةٌ مِن رَبِّكُم وَبَقِيَّةٌ مِمّا تَرَكَ ءالُ موسىٰ وَءالُ هٰرونَ تَحمِلُهُ المَلٰئِكَةُ إِنَّ فى ذٰلِكَ لَءايَةً لَكُم إِن كُنتُم مُؤمِنينَ : Dan Nabi Mereka Mengatakan Kepada Mereka: "Sesungguhnya Tanda Ia Akan Menjadi Raja, Ialah Kembalinya Tabut Kepadamu, Di Dalamnya Terdapat Ketenangan Dari Tuhanmu Dan Sisa Dari Peninggalan Keluarga Musa Dan Keluarga Harun; Tabut Itu Dibawa Malaikat. Sesungguhnya Pada Yang Demikian Itu Terdapat Tanda Bagimu, Jika Kamu Orang Yang Beriman.

Daftar Isi [Tutup]

    Surah Al-Baqarah: 248: Tanda Kekuasaan dan Iman

    Dalam Surah Al-Baqarah ayat 248, terdapat kisah tentang seorang nabi yang menyampaikan tanda kekuasaan bagi seorang raja yang akan memimpin kaumnya. Ayat ini sarat dengan makna mendalam tentang hubungan antara kekuasaan, iman, dan simbol-simbol religius.

    Kisah Tabut Perjanjian

    Ayat tersebut menceritakan tentang kembalinya tabut perjanjian kepada Bani Israil. Tabut ini merupakan peti suci yang berisi loh-loh batu bertuliskan Sepuluh Perintah Allah. Tabut tersebut memiliki makna religius yang sangat penting bagi Bani Israil, karena melambangkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka.

    Tanda Kekuasaan

    Nabi yang disebutkan dalam ayat ini mengatakan bahwa kembalinya tabut perjanjian akan menjadi tanda kekuasaan bagi raja yang akan memimpin Bani Israil. Tabut tersebut tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi simbol otoritas dan legitimasi sang raja. Dengan memiliki tabut perjanjian, sang raja dianggap memiliki restu dari Tuhan dan dukungan dari rakyatnya.

    Ketenangan dari Tuhan

    Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa di dalam tabut perjanjian terdapat "ketenangan dari Tuhan". Ketenangan ini diartikan sebagai rasa aman, damai, dan bimbingan yang dirasakan oleh Bani Israil ketika tabut perjanjian hadir di tengah-tengah mereka. Kehadiran Tuhan melalui tabut perjanjian memberikan rasa percaya diri dan kekuatan kepada Bani Israil dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.

    Sisa Peninggalan Keluarga Musa dan Harun

    Selain ketenangan dari Tuhan, tabut perjanjian juga berisi "sisa dari peninggalan keluarga Musa dan Harun". Peninggalan ini bisa berupa benda-benda yang pernah digunakan oleh Musa dan Harun, seperti tongkat Musa atau jubah Harun. Kehadiran peninggalan ini dalam tabut perjanjian menunjukkan hubungan spiritual antara sang raja dengan para pemimpin terdahulu Bani Israil. Sang raja diharapkan dapat meneladani kepemimpinan Musa dan Harun, yang penuh dengan hikmah dan keadilan.

    Malaikat sebagai Pembawa

    Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa tabut perjanjian dibawa oleh malaikat. Ini menunjukkan bahwa tabut perjanjian bukan sekadar benda biasa, tetapi memiliki makna dan kekuatan spiritual yang luar biasa. Malaikat sebagai pembawa tabut perjanjian melambangkan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh sang raja berasal dari Tuhan dan bukan dari dirinya sendiri.

    Tanda bagi Orang Beriman

    Di akhir ayat, ditegaskan bahwa kembalinya tabut perjanjian menjadi "tanda bagi orang beriman". Tanda ini menunjukkan bahwa iman yang kuat kepada Tuhan akan membawa berkah dan perlindungan bagi umat manusia. Dengan beriman, Bani Israil dapat merasakan ketenangan dan bimbingan dari Tuhan, serta memiliki pemimpin yang adil dan bertakwa.

    Implikasi bagi Kepemimpinan

    Kisah dalam Surah Al-Baqarah: 248 memiliki implikasi penting bagi kepemimpinan. Pertama, kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin haruslah berasal dari Tuhan dan didukung oleh rakyatnya. Kedua, seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat mulia dan meneladani pemimpin-pemimpin terdahulu yang telah berhasil. Ketiga, kepemimpinan yang efektif membutuhkan bimbingan dan perlindungan dari Tuhan.

    Selain itu, ayat ini juga mengajarkan pentingnya simbol-simbol religius dalam kehidupan bermasyarakat. Simbol-simbol tersebut dapat menjadi pengingat akan kehadiran Tuhan, memberikan ketenangan, dan memperkuat persatuan di antara umat manusia.

    Kesimpulan

    Surah Al-Baqarah: 248 memberikan pelajaran berharga tentang hubungan antara kekuasaan, iman, dan simbol-simbol religius. Ayat ini mengajarkan bahwa kekuasaan yang sejati berasal dari Tuhan dan harus digunakan untuk kebaikan umat manusia. Iman yang kuat kepada Tuhan akan membawa berkah dan perlindungan, sementara simbol-simbol religius dapat menjadi pengingat akan kehadiran Tuhan dan memperkuat persatuan di antara umat manusia.

    FAQs tentang Surah Al-Baqarah Ayat 248

    Pertanyaan 1: Apa konteks ayat ini?

    Ayat ini merupakan bagian dari kisah tentang seorang nabi yang diutus kepada kaumnya. Nabi tersebut meramalkan bahwa tanda kenabiannya adalah kembalinya sebuah tabut yang berisi ketenangan dari Tuhan, peninggalan keluarga Musa dan Harun, dan dibawa oleh para malaikat.

    Pertanyaan 2: Siapa yang dimaksud dengan "nabi" dalam ayat ini?

    Identitas nabi yang disebutkan dalam ayat ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai siapa yang dimaksud, di antaranya:

    • Nabi Samuel
    • Nabi Saul
    • Nabi Sulaiman
    • Nabi Daud

    Pertanyaan 3: Apa yang dimaksud dengan "tabut"?

    Tabut yang disebutkan dalam ayat ini adalah Tabut Perjanjian, sebuah peti suci yang sangat penting bagi bangsa Israel. Tabut ini berisi loh-loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah, tongkat Harun, dan manna dari langit.

    Pertanyaan 4: Apa isi dari tabut itu?

    Menurut ayat ini, isi tabut terdiri dari:

    • Ketenangan dari Tuhan: Perlindungan dan bimbingan ilahi.
    • Peninggalan keluarga Musa dan Harun: Barang-barang yang berkaitan dengan para nabi terdahulu, seperti pakaian atau peralatan keagamaan.

    Pertanyaan 5: Siapa yang membawa tabut itu?

    Ayat ini menyatakan bahwa tabut itu dibawa oleh para malaikat. Hal ini menunjukkan bahwa tabut itu memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dan dilindungi oleh kekuatan supernatural.

    Pertanyaan 6: Apa makna "tanda" dalam ayat ini?

    Kembalinya tabut merupakan tanda bahwa orang yang diramalkan akan menjadi raja adalah seorang nabi yang benar. Ini adalah bukti nyata dari dukungan dan bimbingan Tuhan.

    Pertanyaan 7: Apa pesan utama dari ayat ini?

    Pesan utama dari ayat ini adalah:

    • Iman kepada Tuhan dan para nabi-Nya sangat penting.
    • Tanda-tanda ilahi dapat menjadi bukti kenabian dan kebenaran agama.
    • Perlindungan dan bimbingan Tuhan selalu tersedia bagi orang-orang yang beriman.

    Pertanyaan 8: Bagaimana ayat ini relevan dengan kehidupan kita saat ini?

    Ayat ini mengajarkan kita pentingnya:

    • Mempercayai janji-janji Tuhan dan mencari tanda-tanda bimbingan-Nya dalam hidup kita.
    • Menghargai dan menghormati warisan spiritual dan ajaran para nabi terdahulu.
    • Mencari ketenangan dan perlindungan dalam iman kita kepada Tuhan.

    Post a Comment

    0 Comments